Mitos tentang ASI  – Sebelum melahirkan ada baiknya ibu mencari tahu pengetahuan tentang ASI agar ibu tidak melewatkan setiap tahap perkembangan bayi ibu, salah satunya adalah tentang ASI dan menyusui. Banyak sekali mitos – mitos yang tersebar dari orang -orang sekitar kita. Oleh karena itu, ibujangan menelan bulat-bulat saat mendapat informasi atau mitos tentang ASI. Nasehat yang kurang tepat dapat jadi informasi yang menyesatkan.

Berikut mitos tentang ASI dan faktanya

Mitos : ASI harus dibuang dahulu sebelum menyusui karena ASI yang pertama keluar adalah ASI lama (Basi)
Fakta : ASI di dalam payudara ibu, tidak ada istilah basi. ASI yang pertama keluar akan berwana kekuningan dan kental. ASI ini merupakan ASI yang paling baik dan paling tinggi nilai nutrisinya. Penampilan ASI ibu tidak akan seputih dan sebagus penampilan susu formula. Namun, kualitas ASI tak dapat ditandingi oleh susu formula.

Mitos : Makanan pedas/santan yang dimakan ibu dapat menyebabkan bayi diare
Fakta : Yang terkandung dalam ASI adalah sari-sari makanan yang dimakan dan dicerna oleh tubuh ibu sehingga bayi tidak merasakan jenis makanan yang ibu makan pada ASI yang dikonsumsinya. Makanan pedas berisiko terhadap ibu itu sendiri, yaitu mengalami gangguan pencernaan seperti diare.

Mitos : Ibu menyusui tidak boleh minum es karena akan menyebabkan bayi pilek
Fakta : Hal ini tidak ada hubungannya sama sekali karena suhu ASI didalam payudara berkisar 37oC dan tetap hangat

Mitos :Semasa ibu menyusui, ibu harus makan 2 porsi lebih banyak karena ibu dengan gizi kurang tidak mampu meyusui
Fakta : Yang penting bagi ibu adalah mengkonsumsi menu seimbang dan kecukupan gizi. Ibu menyusui sebaiknya tidak diet karena akan mempengaruhi komposisi ASI dan produksinya akan berkurang. Bila ibu merasa lapar silahkan makan, bila sudah kenyang sebaiknya berhenti.

Mitos : Payudara besar berarti ASI melimpah dan payudara kecil tidak dapat menghasilkan banyak ASI
Fakta : Hal ini tidak benar karena payudara besar menandakan banyak lemak yang menunjang. Banyak sedikitnya ASI bergantung pada gudang ASI yang terdapat pada kelenjar-kelenjar susu yang menghasilkan ASI. Setiap ibu memiliki jumlah kelenjar yang kurang lebih sama

Mitos :Payudara menjadi kendur dan mengubah bentuk dan ukuran jika menyusui. Payudara menjadi kurang sensitif
Fakta :proses menyusui menyebabkan payudara menjadi kencang karena adanya kontraksi dari otot-otot dan kelenjar payudara. Penelitian pun menunjukkan bahwa menyusui dapat melindungi ibu dari penyakit dan memiliki resiko lebih kecil terkena kanker payudara dalam hidupnya.

Mitos : Bayi dengan ASI eksklusif akan sulit diberi makanan pendamping
Fakta : tidak benar karena bayi yang mendapat ASI eksklusif akan lebih mudah menerima variasi rasa makanan pendamping. Hal ini terjadi karena bayi sudah terbiasa memperoleh rasa ASI yang variatif

Mitos : Setelah ibu kembali bekerja maka produksi ASI akan berkurang
Fakta : Tidak selalu. Caranya adalah ibu dengan memiliki management ASI yang baik. Sebelum dan setelah pulang kerja, ibu tetap memberikan ASI langsung kepada bayinya. Selama ibu bekerja,  ASI tetap dikeluarkan dengan cara diperah setiap 3 jam sekali. Jika hanya diperah saja tanpa ibu menyusui secara langsung, maka produksi ASI akan berkurang karena isapan bayi ibu akan merangsang kerja otak untuk menghasilkan ASI

Mitos : Ibu khawatir ASI saja tidak cukup untuk bayi sampai usia 6 bulan
Fakta : Kebutuhan gizi dan nutrisi bayi cukup terpenuhi oleh ASI saja selama 6 bulan. Pemberian ASI eksklusif memberikan kesempatan kepada tubuh (sistem percernaan) bayi untuk berkembang sehingga ketika bayi siap  menerima makanan, tubunya dapat bertahan dan dapat mengatasi alergi terhadap jenis makanan tertentu

Mitos : Pisang dapat menyembuhkan diare pada bayi dan membersihkan usus
Fakta : makanan padat tidak dapat diolah oleh usus bayi sampai usia 6 bulan. Pisang tidak dapat membersihkan usus bayi tetapi dapat merusak karena usus bayi belum sanggup mengolah makanan.

Mitos : Bayi demam dan kuning karena membutuhkan makanan dan minuman tambahan
Fakta : Bayi yang demam harus segera diberi obat penurun demam dan apabila bayi kuning maka bayi harus banyak menerima sinar matahari pagi. Pemberian ASI pun harus lebih ditingkatkan dan sesering mungkin

Mitos :ASI dapat menyembuhkan sakit mata
Fakta : ASI tidak dapat menyembuhkan sakit mata pada bayi. Bayi baru lahir sampai usia setidaknya 3 bulan, ada saluran air mata yang belum terbuka sehingga mata bayi berair dan belekan. Ibu bisa membersihkan mata bayi dengan menggunakan cotton buds / kapas yang dicelupkan dalam air hangat.

Mitos :Jika ibu sakit, bayi bisa tertular penyakit ibu lewat ASI
Fakta : Ibu yang sedang sakit flu misalnya, tidak akan menularkan sakitnya pada bayi melalui ASI karena ASI  mengandung antibodi yang bisa menghambat  virus maupun bakteri. Kecuali Anda terinfeksi virus HIV atau hepatitis. Dua contoh penyakit ini bisa ditularkan melalui ASI.

Mitos :Wanita dengan payudara kecil dan puting datar ASInya sedikit
Fakta :Ukuran payudara tidak menentukan produksi ASI. Banyak sedikitnya ASI  tergantung seberapa banyak kelenjar pembentuk air susu dan seberapa sering ibu menyusui. Puting datar atau terbenam bukan berarti tidak dapat menyusui, karena bayi menyusu pada bagian areola payudara bukan pada puting. Posisi menyusui bayi yang tepat menjadi faktor keberhasilan pemberian ASI.

Mitos :Bayi ASI membutuhkan tambahan cairan air putih ketika cuaca sedang panas
Fakta :ASI mengandung seluruh cairan (air) yang dibutuhkan oleh bayi.

Mitos :Bayi ASI perlu tambahan asupan vitamin D.
Fakta :Bayi lahir dengan hati yang penuh dengan vitamin D, serta kebiasaan menjemur bayi setiap pagi juga membantu dia mendapatkan tambahan vitamin D melalui sinar ultra violet. Vitamin D sifatnya larut dalam lemak dan dapat disimpan oleh tubuh. Dalam keadaan tertentu, ketika ibunya sendiri menderita kekurangan vitamin D, maka memberikan tambahan suplemen vitamin D kepada bayi bisa dianggap perlu.

Mitos :susu formula hampir sama kandungan gizi dan nutrisinya dengan ASI.
Fakta :Susu formula masa kini cenderung disama-samakan kandungannya dengan ASI, walau sebenarnya tidak. Susu formula tidak mengandung zat antibodi atau kekebalan tubuh, sel-sel hidup, enzim-enzim, dan tidak mengandung hormon. Dibandingkan ASI, susu formula mengandung lebih banyak zat aluminium, mangan, cadmium (sejenis logam berat), timbal dan zat besi. Kandungan protein dan lemak yang terdapat dalam susu formula juga berbeda dengan yang terdapat dalam ASI. ASI dibuat khusus hanya untuk bayi ibu.

Mitos : Apabila bayi menderita diare atau muntah-muntah, maka ibu harus berhenti menyusui.
Fakta : Obat yang paling mujarab untuk infeksi saluran pencernaan bayi adalah ASI. Hentikan segala macam jenis asupan lainnya untuk sementara waktu, tetapi lanjutkan pemberian ASI. ASI satu-satunya cairan yang dibutuhkan oleh bayi ketika dia sedang diare dan/atau muntah-muntah. Bayi merasa lebih nyaman ketika sedang menyusu dan ibu merasa lebih tenang ketika sedang menyusui.

Mitos : Apabila seorang ibu sedang mengkonsumsi obat-obatan, maka dia harus berhenti menyusui.
Fakta : Hanya sedikit sekali jenis obat-obatan yang tidak aman untuk dikonsumsi ibu sedang menyusui. Apabila ibu sedang minum obat, maka ASI akan mengandung sedikit sekali obat-obatan yang sedang diminum ibu tersebut. Jika ibu takut untuk minum obat selama menyusui, ada baiknya Anda mencari obat alternatif yang lebih aman dan berkonsultasilah dengan dokter.

Mitos : Bayi prematur perlu belajar menggunakan botol sebelum mereka bisa mulai menyusui.
Fakta : Bayi prematur akan lebih berkurang stress dengan menyusui pada ibu daripada menggunakan botol susu. Seorang bayi dengan berat 1200 gram dan bahkan lebih kecil dapat mulai menyusu pada payudara segera setelah ia stabil. Namun, dia sedang belajar dan hal tersebut penting bagi bayi dan ibunya.

Mitos : Bayi dengan bibir sumbing dan / atau celah langit-langit tidak dapat menyusu.
Fakta : Beberapa melakukannya dengan sangat baik. Bayi dengan bibir sumbing bisa menyusu dengan baik. Tapi banyak bayi dengan celah langit-langit memang mengalami kesulitan untuk melekat. Kemampuan bayi untuk menyusu tidak selalu tergantung pada seberapa parah/besar celah tersebut. Menyusu harus dimulai, sesering mungkin, menggunakan prinsip-prinsip menyusui yang tepat. Jika botol yang diberikan, hal itu akan melemahkan kemampuan bayi untuk menyusu. Jika bayi perlu diberi minum, tetapi tidak dapat melekat, cangkir bisa digunakan daripada menggunakan botol. Memberi minum dengan jari kadang-kadang berhasil pada bayi dengan bibir sumbing / celah langit-langit, tapi tidak selalu.

Mitos : Menyusui tidak memberikan perlindungan terhadap kehamilan.
Fakta : Ini memang bukan metode yang 100% handal. Menyusui bukan metode buruk untuk menjaga jarak kelahiran anak, dan memberikan perlindungan yang dapat diandalkan terutama selama enam bulan pertama setelah kelahiran. Setelah enam bulan pertama, perlindungan berkurang, namun masih ada, dan rata-rata, wanita menyusui memasuki tahun kedua kehidupan akan punya bayi setiap dua sampai tiga tahun.

Mitos : Ibu menyusui tidak boleh minum pil KB.
Fakta : Bayi hanya mendapat lebih sedikit dari pil. Namun, beberapa wanita yang minum pil progestin saja daripadapil yang mengandung estrogen lebih mungkin mengurangi produksi ASI.  Menghentikan penggunaan pil seringkali membuat normal lagi.  Jika mungkinkan, wanita yang sedang menyusui sebaiknya menghindari pil KB, atau setidaknya menunggu sampai bayi mulai MPASI (biasanya sekitar 6 bulan usia). Jika ibu tetap memutuskan menggunakan pil KB, sebaiknya menggunakan pil progestin saja (tanpa estrogen).

Mitos : Bayi memerlukan jenis susu lainnya setelah enam bulan.
Fakta : ASI memberikan semua kebutuhan bayi yang ada di susu lain bahkan lebih banyak. Bayi berusia lebih dari 6 bulan harus dimulai makan makanan padat agar mereka belajar bagaimana makan sehingga mereka mulai mendapatkan sumber zat besi lain. Jadi susu sapi atau formula tidak diperlukan selama bayi menyusui.

Mitos : Wanita hamil harus berhenti menyusui.
Fakta : Jika ibu dan anakmasih menghendaki, menyusui dapat dilanjutkan. Beberapa ibu terus menyusui anak yang lebih besar bahkan setelah melahirkan bayi. Pasokan ASI kemungkinan akan menurun selama kehamilan, tetapi jika bayi mendapat asupan lain, ini bukan  permasalahan. Namun, beberapa bayi akan berhenti menyusui jika produksi ASI sedikit.

Mitos : Jika ibu menjalani operasi, dia harus menunggu sehari sebelum menyusui lagi.
Fakta : Ibu dapat menyusui segera setelah operasi dan setelah dia sadar.  Baik obat yang digunakan selama anestesi, obat penghilang rasa sakit atau antibiotik yang digunakan setelah operasi tidak mengharuskan ibu bergenti menyusui, kecuali dalam keadaan khusus. Rumah sakit yang paham akan mengakomodasi ibu menyusui dan bayi ketika salah satu ibu atau bayi perlu dirawat di rumah sakit, sehingga dapat terus menyusui. Banyak aturan yang membatasi menyusui lebih untuk kenyamanan staf daripada untuk kepentingan ibu dan bayi.

Mitos :ASI dapat ‘mengering’ begitu saja.
Faakta : Ada beberapa perubahanyang mungkin terjadi dan membuatnya tampak seolah-olah produksi ASI tiba-tiba jauh lebih sedikit, sbb:

  • Peningkatan kebutuhan bayi. Jika ini yang menjadi alasan ASI seolah-olah tidak cukup, menyusui lebih sering selama beberapa hari akan membuatnya kembali normal. Cobalah memerah payudara dengan tangan ibu atau pompa dapat membantu bayi mendapatkan ASI.
  • Perubahan perilaku bayi. Pada usia sekitar lima sampai enam minggu, bayi yang tertidur di payudara ketika aliran susu melambat, cenderung mulai menarik-narik payudara atau menangis ketika aliran ASI melambat. ASI belum kering. Coba menggunakan teknik kompresi payudara untuk membantu bayi mendapatkan lebih banyak ASI.
  • Payudara ibu seperti tidak penuh atau lunak. Ini adalah normal terjadi setelah beberapa minggu bagi ibu yang payudaranya tidak lagi membengkak, atau penuh.
  • Bayi menyusui kurang baik. Hal ini sering karena bayi yang diberikan dot botol atau empeng dan dengan demikian belajar menyusu dengan cara yang tidak tepat.

Pil KB dapat menurunkan produks ASI Anda. Pikirkan untuk menghentikan pil KB atau menggantinya dengan pil KB yang hanya mengandung progesteron. Atau gunakan metode lain.

Jika bayi tampak tidak benar-benar mendapat cukup ASI, mintalah bantuan ahlinya, tetapi jangan perkenalkan botol dot yang akan memperburuk keadaan. Jika benar-benar diperlukan, gunakan alat bantu menyusui yang tidak akan mengganggu proses menyusui, atau menggunakan cangkir.

Mitos : ASI yang diberikan bersama dengan susu formula dapat menyebabkan masalah bagi bayi.
Fakta : Kebanyakan ibu menyusui tidak perlu menggunakan susu formula. Namun, ketika bayi mungkin memerlukan susu formula, tidak ada alasan bahwa ASI dan susu formula tidak dapat diberikan bersama-sama.

Mitos :Bayi yang disusui sesuai permintaan kemungkinan besar akan “kolik”.
Fakta : Bayi ASI yang kolik seringkali pertambahan berat badannya sangat cepat dan kadang-kadang minum sering. Namun, sering kolik bukan karena mereka sering menyusu, tetapi karena mereka tidak minum ASI seperti seharusnya. Biasanya, bayi minum dengan sangat baik untuk beberapa menit pertama, kemudian ngempeng atau tidur. Bayi akan mendapatkan ASI yang kadar lemaknya relatif rendah dan dengan demikian minumnya menjadi sering. Menyusu dengan selalu mendapatkan ASI yang rendah lemak tersebut dapat menimbulkan gas, menangis dan buang air besar yang encer. Ibu dapat mendorong bayi untuk menyusu lagi di payudara yang pertama, sehingga mendapatkan ASI dengan kadar lemak lebih tinggi, dengan menggunakan teknik kompresi payudara saat bayi tampak menghisap payudara tetapi tidak minum.

Mitos : Ibu yang mendapat imunisasi (tetanus, rubella, hepatitis B, hepatitis A, dll) harus berhenti menyusui selama 24 jam (3 hari, 2 minggu).
Fakta : Mengapa mereka harus berhenti menyusui? Tidak ada resiko untuk bayi, dan bahkan menguntungkan. Pengecualian sangat jarang terjadi adalah pada bayi yang memiliki kekurangan kekebalan tubuh. Dalam hal ini ibu sebaiknya tidak mendapat imunisasi dengan virus hidup yang dilemahkan (misalnya oral, bukan polio suntik, atau campak, gondok, rubella) bahkan jika bayi sedang mendapatkan ASI perah dengan botol dot.

Mitos : Tidak ada yang namanya bingung puting.
Fakta : Bayi tidak bingung, meskipun, bayi tahu persis apa yang dia inginkan. Bayi yang mendapat aliran lambat dari payudara dan kemudian mendapat aliran cepat dari botol akan mengenali bahwa yang satu lebih cepat daripada yang lain. Bayi yang hanya menyusu dari payudara selama tiga atau empat bulan akan menolak botol dot.

Tinggalkan Komentar

Mohon berikan komentar
Mohon ketikkan nama anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.